Wujudkan Sekolah Inklusi Tangguh: SLB Negeri Purworejo dan BPBD Edukasi Mitigasi Bencana untuk Semua Ketunaan

PURWOREJO – Penanggulangan bencana yang inklusif menjadi fokus utama SLB Negeri Purworejo. Guna membangun kesiapsiagaan tanpa diskriminasi, sekolah berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan “Sosialisasi dan Mitigasi Tanggap Bencana” pada Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini dibuka langsung oleh Kepala SLB Negeri Purworejo, Bapak Ripto Utomo, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa keselamatan saat darurat adalah hak setiap individu, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

“Mitigasi bencana di lingkungan SLB memerlukan pendekatan khusus. Melalui sinergi dengan BPBD, kami ingin memastikan seluruh warga sekolah—tanpa terkecuali—memiliki pengetahuan dan refleks yang tepat saat terjadi bencana,” ujar Ripto Utomo.

Agenda ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, meliputi guru, staf karyawan, serta seluruh siswa dari semua jenjang pendidikan (TKLB, SDLB, SMPLB, SMALB). Mengingat keberagaman karakteristik peserta didik, tim BPBD Kabupaten Purworejo menerapkan metode penyampaian yang adaptif untuk seluruh jenis ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autis).

 

  • Materi Adaptif: Penyampaian informasi menggunakan bahasa isyarat, alat peraga visual, dan simulasi taktil/sentuhan untuk memastikan pesan mitigasi dipahami dengan akurat.
  • Simulasi Jalur Evakuasi: Praktik langsung penyelamatan diri (seperti melindungi kepala dan mencari tempat berlindung) serta teknik evakuasi mandiri maupun terbimbing menuju titik kumpul aman.
  • Peningkatan Kapasitas Guru: Pelatihan khusus bagi pemandu dan guru dalam menghandle kepanikan siswa disabilitas saat situasi darurat.

Melalui kegiatan ini, BPBD Purworejo berharap SLB Negeri Purworejo dapat menjadi pionir satuan pendidikan aman bencana (SPAB) yang ramah disabilitas di wilayah Purworejo, sekaligus mengikis hambatan fisik maupun komunikasi dalam situasi kritis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *