Purworejo, 26 Februari 2026 – Mengawali datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SLB Negeri Purworejo sukses menggelar kegiatan Pesantren Ramadan yang berlangsung selama empat hari, mulai dari Senin, 23 Februari hingga Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan religius tahunan ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh siswa-siswi dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Meskipun memiliki keistimewaan yang beragam, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para siswa SLB Negeri Purworejo untuk menimba ilmu agama. Pesantren Ramadan kali ini didesain secara khusus, interaktif, dan rekreatif agar seluruh siswa dapat mendalami nilai-nilai keagamaan dengan cara yang menyenangkan.
Banjir Inspirasi dan Tawa Bersama Kang Deden
Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah kehadiran Kang Deden, seorang motivator luar biasa yang dikenal dengan pendekatan dakwahnya yang ramah anak. Melalui metode dongeng interaktif yang kaya akan pesan moral, Kang Deden berhasil menghidupkan suasana. Lewat motivasi yang diselingi senyum dan tawa hangat, beliau sukses membangkitkan semangat dan rasa percaya diri yang luar biasa di dalam diri para siswa.
“Belajar agama itu indah dan menyenangkan. Lewat cerita dan senyuman, kita ingin menyentuh hati anak-anak hebat di SLB Negeri Purworejo agar mereka selalu ceria menyambut bulan suci,” ungkap Kang Deden.
Keajaiban “Gema Ramadan” dan Sulap Pak Bara
Suasana semakin meriah dan penuh keajaiban dengan kehadiran Bapak Basuki Rahmat, atau yang akrab disapa Pak Bara. Mengusung tema “Gema Ramadan”, Pak Bara menyajikan materi keislaman yang dipadukan dengan pertunjukan sulap edukatif.
Gelak tawa dan riuh tepuk tangan anak-anak pecah saat Pak Bara mengajak perwakilan siswa maju ke depan untuk bermain sulap bersama. Di balik setiap trik sulap yang diperlihatkan, Pak Bara menyelipkan pesan-pesan kebaikan tentang kejujuran, berbagi, dan indahnya bulan Ramadan.
Menanamkan Karakter dan Kedekatan Emosional
Pihak manajemen SLB Negeri Purworejo menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penting untuk memperkuat karakter keimanan dan memberikan ruang ekspresi yang inklusif bagi seluruh siswa dari jenjang SD hingga SMA.
- Pendidikan Karakter: Menanamkan nilai-nilai islami yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari sesuai kemampuan siswa.
- Metode Inklusif: Menggunakan pendekatan visual, dongeng, dan permainan (sulap) agar materi lebih mudah diserap oleh anak-anak berkebutuhan khusus.
Dengan berakhirnya kegiatan pada 26 Februari ini, keluarga besar SLB Negeri Purworejo berharap bekal keceriaan dan nilai-nilai positif yang didapatkan selama empat hari ini dapat menjadi modal semangat bagi seluruh siswa dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan sebulan penuh. (Tim Humas/Web SLB Negeri Purworejo)



