Membasuh Hati di Bulan Suci: Serunya Lima Hari Pesantren Ramadhan di SLB N Purworejo
PURWOREJO – Suasana religius yang kental menyelimuti SLB Negeri Purworejo selama sepekan terakhir. Menindaklanjuti semangat Pawai Tarhib sebelumnya, sekolah menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan yang berlangsung selama lima hari berturut-turut, mulai dari Senin, 23 Februari hingga Jumat, 27 Februari 2026.
Kegiatan ini dirancang khusus untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi para siswa istimewa.
Pembukaan yang Khidmat
Rangkaian acara resmi dibuka pada Senin pagi oleh Ibu Rr. Mayasari Nur Afifah, S.Pd., mewakili Ibu Kepala Sekolah. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kemandirian dan spiritualitas pada siswa sejak dini. Hari pertama langsung diisi dengan kegiatan yang menyejukkan hati, mulai dari pembacaan Asmaul Husna, hafalan surat-surat pendek, hingga sesi games seru dan lantunan sholawat yang menggema di seluruh area sekolah.
Inspirasi dan Dongeng dari Kang Deden
Pada hari Selasa, antusiasme siswa memuncak saat kedatangan Kang Deden, seorang motivator sekaligus pendongeng ternama. Dengan gaya bercerita yang atraktif, Kang Deden berhasil menghibur sekaligus menyisipkan pesan-pesan moral tentang kesabaran dan keikhlasan dalam berpuasa. Gelak tawa dan tepuk tangan siswa menjadi bukti keberhasilan materi yang disampaikan secara inklusif tersebut.

Unjuk Bakat dalam Lomba Religi
Hari Rabu menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan potensi diri melalui Lomba Pesantren Ramadhan. Berbagai cabang lomba digelar, di antaranya:
-
Lomba Mewarnai bertema Islami.
-
Lomba Adzan untuk melatih keberanian dan kemerduan suara.
-
Lomba Kaligrafi untuk mengasah kreativitas visual.
-
Lomba Menyanyi Lagu Religi yang penuh penghayatan.

Keajaiban Sulap dan Kajian Pak Basuki

Memasuki hari Kamis, suasana kembali ceria dengan kehadiran Pak Basuki Rahmat. Selain memberikan kajian keagamaan yang ringan dan mudah dicerna, acara dimeriahkan dengan pertunjukan sulap. Perpaduan antara nasihat agama dan hiburan sulap ini membuat para siswa tetap fokus dan bersemangat mengikuti materi hingga akhir.
Refleksi dan Penutup
Sebagai pemungkas pada hari Jumat, kegiatan difokuskan pada refleksi materi selama sepekan. Sesi ini dipandu oleh Ibu Mariana Ulfah, S.Pd., yang mengajak siswa mengulas kembali apa saja yang telah dipelajari. Melalui kajian penutup ini, diharapkan nilai-nilai positif yang didapat selama Pesantren Ramadhan dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah bulan suci berakhir.
“Pesantren Ramadhan tahun ini benar-benar berwarna. Kami ingin anak-anak merasa bahwa belajar agama itu menyenangkan, tidak membosankan, dan bisa dilakukan oleh siapa saja dengan kondisi apa pun,” ungkap salah satu guru pendamping.



