Guru SLB Jadi Narasumber Sosialisasi Pendidikan Inklusi di Purworejo

Purworejo, 22 September 2026 — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Inklusi bertajuk “Berbeda itu Indah, Bersama itu Kuat, Mewujudkan Pendidikan Inklusi yang Bermartabat” pada hari Selasa, 22 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan Rr. Mayasari Nur Afifah, S.Pd., guru Sekolah Luar Biasa Negeri Purworejo, sebagai narasumber utama.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh para guru dari sekolah-sekolah penyelenggara pendidikan inklusi se-Kabupaten Purworejo. Kehadiran para pendidik ini menunjukkan besarnya perhatian dan komitmen dunia pendidikan setempat dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang ramah dan setara bagi seluruh peserta didik, tanpa terkecuali.

Dalam paparannya, Rr. Mayasari Nur Afifah menekankan bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan sebuah pergeseran paradigma dalam memandang keberagaman di ruang kelas. Ia menguraikan bahwa setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu, layak, dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

Tema besar yang diusung dalam kegiatan ini, “Berbeda itu Indah, Bersama itu Kuat”, menjadi semangat yang terus digaungkan sepanjang acara. Semangat tersebut mengandung pesan bahwa perbedaan kemampuan, karakteristik, maupun kondisi setiap peserta didik semestinya dipandang sebagai kekayaan, bukan penghalang, dalam proses belajar-mengajar. Dengan kebersamaan dan kolaborasi antara guru reguler dan guru pendamping khusus, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang kuat dan saling menguatkan.

Sosialisasi ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi para guru di sekolah-sekolah penyelenggara pendidikan inklusi, khususnya dalam mengenali karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, menyusun strategi pembelajaran yang adaptif, serta membangun sikap empati dan penerimaan di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi antarpendidik mengenai konsep dan prinsip dasar pendidikan inklusi, sehingga implementasinya di satuan pendidikan dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan berkesinambungan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo berharap para guru dapat semakin siap dan percaya diri dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus, sekaligus mewujudkan sekolah yang ramah, inklusif, dan bermartabat bagi semua anak. Kehadiran narasumber yang berlatar belakang langsung dari dunia pendidikan luar biasa, seperti Rr. Mayasari Nur Afifah, dinilai memberikan perspektif praktis dan mendalam yang sangat relevan bagi para peserta dalam menghadapi tantangan pembelajaran inklusif di lapangan.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu langkah konkret Kabupaten Purworejo dalam mendukung terwujudnya pemerataan akses pendidikan yang berkualitas, sejalan dengan cita-cita besar pendidikan inklusi: menghadirkan ruang belajar yang menghargai keberagaman dan memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam proses pendidikan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *